RSS

JADWAL JAGA STAND FAKP @ MANUNGGAL FAIR

sabtu 1-10-11      :semua

minggu2-10-11    :09.00 vivi,krisna, tutik,linda;
                           15.00 sofi,mela,yoga,rahmad,bayu

senin 3-10-11      :09.00 fasilitator; 
                           13.00 yyeni,petul,kori,ika;
                           17.00 panggih,fani,ipul,luhur

selasa 4-10-11     :09.00 fasilitator; 
                           13.00 paggih, agus,desi;
                           17.00 iqbal,kori,fani

rabu 5-10-11       :09.00 fasilitator;
                           13.00 tedy,lida,fani,tutik;
                           17.00 arbangi,agung,agus,ipul,andri

kamis 6-10-11     :09.00 fasilitator;

                           13.00 pentul; + yang luang
                           17.00bayu,krisna,fani,kori

jumat 7-10-11     : 09.00 fasilitator;

                            13.00 mela,yoga,rahmad;
                            17.00 vivi,tutik,ika,fani,kori

sabtu 8-10-11      : 09.00 fasilitator;

                            13.00 iqbal,ipuk,pentuul,nana;
                            17.00 agus,tedy,linda,ipuk

minggu 9-10-11   :semua



* harap jika berhalangan mencari pengganti/tukeran. dimohon tepat waktu yaa

VISIT US



VISIT OUR STAND 

@ MANUNGGAL FAIR 2011

COMING SOON

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN GURU IKUT LOMBA NASIONAL DI MANADO


Muhammad Ridwan anak berkebutuhan khusus siswa kelas 5 SD Negeri Gadingan Wates yang sebelumnya telah meraih juara pertama tingkat DIY dalam Lomba Olimpiade MIPA, akan mengikuti lomba sejenis Tingkat Nasional bagi anak berkebutuhan khusus, di Manado (11-15/9) mendatang.
Selain itu juga Dra.Sri Wahyuni Purbowati, guru SMAN 1 Wates yang akan mengikuti Olimpiade Sain Nasional (OSN) Guru Matematika Tingkat Nasional, yang diselenggarakan Minggu s.d. Jum'at (11-16/9) juga di Manado Sulawesi Utara.
Sebelum berangkat M.Ridwan yang asal Cimahi dan Sri Wahyuni Purbowati mohon doa restu dan pamitan dengan Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Selasa (6/9) di ruang kerjanya.
Turut mendampingi Kadinas Pendidikan Kulonprogo, Dra.Sri Mulatsih,MPd, Kadinas Sosnakertrans Drs.Riyadi Sunarto, Kabag Kesra Setda Jumanto,SH, Kepala SDN Gadingan Wates, Sriyatun,SPd. Bupati Kulonprogo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) merasa bangga dengan siswa dan guru yang mampu meraih prestasi sehingga menjadi duta Kulonprogo dalam ajang tingkat nasional.
Terutama M.Ridwan yang menunjukkan kepada anak berkebutuhan khusus lainnya, bahwa mereka dapat juga berprestasi. Keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya untuk mengukir masa depan.
"Dengan adanya siswa yang berprestasi dalam olimpiade ini dapat merubah anggapan masyarakat tentang anak-anak berkebutuhan khusus. Mereka sama dengan anak normal pada umumnya, mereka juga memiliki harapan dan kemampuan yang patut dibanggakan,"katanya. Bupati yang berlatar belakang dokter ini berharap keduanya sebagai utusan Kulonprogo dan DIY nantinya mampu meraih prestasi yang membanggakan dan membawa nama baik Kulonprogo.
Menurut Kepala SDN Gadingan Wates, Sriyatun, M. Ridwan nantinya akan berangkat ke Manado didampingi oleh guru dan orangtua.(MC)

(sumber : http://www.kulonprogokab.go.id )

Disbudparpora Kulon Progo selenggarakan audisi kontingen kethoprak

ilustrasi
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelenggarakan audisi kontingen kethoprak untuk menyemarakkan festival kethoprak tingkat provinsi. 

“Kegiatan audisi akan dilaksanakan pada Minggu (28/8) mulai 08.30 WIB di Gedung Kesenian Wates,” kata Kepala Disbudparpora Kulon Progo, Eko Wisnu Wardana di Wates, Kamis.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam audisi ini, khususnya kelompok-kelompok kesenian kethoprak yang ada di wilayah Kulon Progo.

Kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat kelompok-kelompok kesenian kethoprak di daerah ini,” katanya. Ia mengatakan, peserta audisi berasal dari masing-masing kecamatan se-Kulon Progo, yaitu sebanyak lima peserta dengan komposisi tiga putra, dua putri atau empat putra dan satu putri.

“Audisi kontingen Kethoprak Kulon Progo ini dirancang sebagai media penjaringan dan penyaringan pemain kethoprak muda yang tersebar di seluruh wilayah Kulon Progo. Hal ini ditempuh sebagai upaya regenerasi dan penyiapan kontingen kethoprak yang berkualitas tanpa harus mengesampingkan aspek pemerataan,” katanya.

Di sisi lain beberapa tahun ini, kata dia, Kontingen Kethoprak Kulon Progo berhasil meraih juara umum sehingga memacu semangat untuk mempertahankan predikat itu bagi Disbudaparpora beserta para seniman Kulon Progo.

“Disbudparpora dan pelaku seni Kulon Progo memiliki misi sama yakni melestarikan budaya adiluhung dan mempertahankan prestasi serta mengembangkan kethoprak kontemporer yang dapat dinikmati semua kalangan,” katanya. Ia mengatakan, bagi masyarakat atau peserta audisi yang ingin meminta keterangan lebih lanjut dimohon menghubungi Wruhantoro atau Bambang Eko dari Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kulon Progo.

“Kami akan melayani bagi calon peserta audisi kethoprak, dan kami berharap partisipasi semua lapisan masyarakat dan pelaku seni,” katanya.

(sumber: wartadunia.com)

Mantap! Wajib Sekolah Inklusi di Kulonprogo

TRIBUNJOGJA.COM, WATES - Semua sekolah di Kabupaten Kulonprogo wajib menerima siswa dengan kebutuhan khusus (ABK). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Sri Mulatsih saat ditemui Tribun Jogja, Selasa (9/8/2011).

Menurutnya, kebijakan ini diambil untuk mengakomodir anak berkebutuhan khusus di semua wilayah Kulonprogo. Kalau dinas menentukan sekolah inklusi hanya di wilayah-wilayah tertentu maka kurang bisa mengakomodir anak berkebutuhan khusus yang rumahnya jauh dari lokasi sekolah inklusi.

"Biasanya anak yang berkebutuhan khusus jarang yang mau bersekolah di tempat yang jauh dari rumahnya," katanya. Sri mengatakan, dengan mewajibkan semua sekolah untuk menerima anak berkebutuhan khusus ini diharapkan semua anak yang memiliki kebutuhan khusus bisa bersekolah sehingga program wajib belajar bagi anak usia sekolah bisa terwujud.

Sebelum memutusakan kebijakan ini, Sri mengaku kalau sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi terutama bidang sekolah luar biasa mengenai terbatasnya pengajar. Dalam koordinasi itu, Disdik Provinsi siap untuk membackup pengajar dengan mengirimkan guru ke sekolah-sekolah yang memiliki siswa berkebutuhan khusus.

"Kan untuk mengajari anak yang memiliki kebutuhan khusus ini tidak semua guru bisa sehingga kami berkoordinasi dengan provinsi. Kalau hanya mengenai hal-hal tertentu mungkin masih bisa di tangani oleh guru pelajaran yang ada di sekolah tersebut namun untuk kasus seperti siswa tunanetra harus diajari oleh orang khusus,"jelasnya.

Sri menambahkan, untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus juga diberi keistimewaan dalam menentukan nilai ketuntasan belajar. Ketuntasan nilai belajar ini disesuaikan dengan kemampuan setiap anak.

"Anak yang memiliki kebutuhan khusus tidak harus mengikuti kurikulum seperti anak normal tetapi bisa disesuaikan dengan kemampuannya,"ucapnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan pemerintah daerah siap mengakomodir anak berkebutuhan khusus. Bentuk perhatian ini akan diwujudkan dengan membuat peraturan bupati yang mengatur pembentukan sekolah inklusi.(Tribunjogja.com)

Editor : krisna

SEGERA DIBANGUN PANTI MULTIGUNA

(sumber ilustrasi: anakbersinar.com)
Kulon Progo, Pelita
Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membangun panti multiguna untuk menampung anak telantar, orang gila, dan tunawisma.

"Di panti multiguna ini anak-anak telantar dan tunawisma akan mendapat pelatihan keterampilan supaya mereka dapat hidup mandiri di tengah masyarakat," kata Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulon Progo Arief Prastowo di Wates, Rabu (3/8).la mengatakan, dana untuk membangun panti multiguna tersebut sekitar Rpl,5 miliar, dan sudah diajukan kepada Kementerian Sosial. "Selain itu, kami sudah menganggarkan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011 untuk menyelesaikan pembuatan perencanaan teknis sehingga rumah panti multiguna dapat mulai dibangun pada 2012, meski hanya bangunannya," katanya.

Saat ini pihaknya bekerja sama dengan pondok pesantren dan rumah yatim piatu untuk menampung anak telantar agar mereka tidak menimbulkan masalah sosial. "Sebagian besar anak-anak telantar dibina dan diasuh di pondok pesantren dan rumah yatim piatu. Ini cara untuk mengatasi masalah sosial di Kulon Progo," kata Ia mengatakan, jumlah anak telantar di Kulon Progo menurun setiap tahun meski tidak banyak karena keluarga mereka secara perlahan mengalami perbaikan tingkat ekonomi dan kesejahteraan.

Tada 2009, jumlah anak telantar mencapai 8.150 anak, tapi pada 2010 mengalami penurunan menjadi 8.070 karena ada perbaikan taraf ekonomi keluarga," katanya. Jumlah anak telantar di Kulon Progo mencapai 8.070 anak usia lima hingga 18 tahun.

Menurut dia, yang dimaksud dengan anak terlatar yakni anak yang mengalami masalah akibat kemiskinan keluarga, perceraian orang tua, dan korban kekerasan. "Sebagian besar anak telantar di Kulon Progo berasal dari keluarga miskin dan karena perceraian orang tua, ehingga mereka tidak mendapatkan kehidupan semestinya dan tidak mendapat asupan makanan maksimal," katanya, (djo)

(sumber:  Bataviase.co.id)